v Sistem Operasi Router
Router OS adalah sistem operasi dan perangkat lunak yang
dapat digunakan sebagai router network yang handal, mencakup berbagai fitur yang
dibuat untuk ip network dan jaringan. Sistem operasi router sama dengan sistem
operasi pada umumnya, bisa di install di satu computer untuk kebutuhan jaringan
dan ada juga yang sudah melekat pada hardware router. Sistem operasi router
yang baik harus memiliki fitur-fitur :
·
Gateway, Sebuah fitur di router untuk menghubungkan jaringan yang berbeda
·
Proxy, penyimpanan web cache, redirect URL, dan lain-lain
·
Firewall, Pengamanan pada jaringan computer
·
VPN, Jalur khusus yang dibentuk dalam jaringan public
·
Routing, fitur untuk meneruskan paket ke jaringan lain.
·
Monitoring, Memonitor semua aktifitas yang melalui jaringan.
v Protokol Operasi Network Dalam OSI Layer

1.Pengertian
Protokol
Protokol
adalah sebuah aturan atau standar yang mengatur atau mengijinkan terjadinya
hubungan, komunikasi, dan perpindahan data antara dua atau lebih titik
komputer.
2.Pengertian
Model Osi Layer
Pengertian
model OSI (Open System Interconnection) adalah suatu model konseptual yang
terdiri atas tujuh layer, yang masing-masing layer tersebut mempunyai fungsi
yang berbeda.
Berikut dibawah ini
merupakan gambar dari model OSI 7 Layer:
7.
Application
adalah Layer paling tinggi dari model OSI, seluruh layer dibawahnya bekerja
untuk layer ini, tugas dari application layer adalah Berfungsi sebagai
antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana
aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan.
Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah HTTP, FTP, SMTP, NFS.
6.
Presentation
berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi
ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan.
5.
Session
Berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau
dihancurkan.
4.
Transport
Berfungsi untuk memecah data ke dalam paket-paket data serta memberikan nomor
urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan
setelah diterima.
3.
Network
Berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat header untuk
paket-paket, dan kemudian melakukan routing melalui internetworking dengan
menggunakan router dan switch layer3.
2.
Data Link
Befungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format
yang disebut sebagai frame.
1.
Physical
adalah Layer paling bawah dalam model OSI. Berfungsi untuk mendefinisikan media
transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan
(seperti halnya Ethernet atau Token Ring), topologi jaringan dan pengabelan.
3.Cara
Kerja Model OSI
Cara Kerja :
Pembentukan paket dimulai dari layer teratas model OSI. Aplication layer
megirimkan data ke presentation layer, di presentation layer data ditambahkan
header dan atau tailer kemudian dikirim ke layer dibawahnya, pada layer
dibawahnya pun demikian, data ditambahkan header dan atau tailer kemudian
dikirimkan ke layer dibawahnya lagi, terus demikian sampai ke physical layer.
Di physical layer data dikirimkan melalui media transmisi ke host tujuan. Di
host tujuan paket data mengalir dengan arah sebaliknya, dari layer paling bawah
kelayer paling atas. Protokol pada physical layer di host tujuan mengambil
paket data dari media transmisi kemudian mengirimkannya ke data link layer,
data link layer memeriksa data-link layer header yang ditambahkan host pengirim
pada paket, jika host bukan yang dituju oleh paket tersebut maka paket itu akan
di buang, tetapi jika host adalah yang dituju oleh paket tersebut maka paket
akan dikirimkan ke network layer, proses ini terus berlanjut sampai ke application
layer di host tujuan. Proses pengiriman paket dari layer ke layer ini disebut
dengan “peer-layer communication”. (Nafarid, 2011)
v Studi
Kasus IP Di Alihkan
Pada
contoh ini, seorang User pada Host-A melakukan PING ke alamat IP Host-B.
Routing tidak lebih sederhana dari ini, tetapi tahapan yang dilalui tidak
sesederhana seperti yang ditunjukkan pada gambar tersebut, banyak tahapan yang
harus dilalui, mari kita bahas langkah-langkah tersebut:
1.
Internet Control Message Protocol
(ICMP) menciptakan sebuah payload (data) permintaan ECHO (dimana isinya hanya
abjad di field data).
2.
ICMP menyerahkan payload tersebut ke
Internet Protocol (IP), yang akan menciptakan sebuah paket.
3.
Setelah paket dibuat, IP akan menentukan apakah alamat IP
tujuan ada di network lokal atau network remote (beda area jaringan).
4.
Karena IP menentukan bahwa ini
adalah permintaan untuk network remote, maka paket perlu dikirimkan ke “Default
Gateway” agar paket dapat dirutekan ke network remote.
5.
Default Gateway Host-A dikonfigurasi
ke 172.16.10.1. Untuk dapat mengirimkan paket ini ke default gateway, harus
diketahui dulu Alamat Hardware (MAC Address) dari Interface Ethernet 0 dari
Router.
6.
Setelah itu, cache ARP dicek untuk melihat apakah alamat IP
dari default gateway sudah pernah di-resolved (diterjemahkan) ke sebuah alamat
hardware.
7. Setelah
paket dan alamat hardware tujuan diserahkan ke Layer Data Link, maka Driver LAN
akan digunakan untuk menyediakan akses ke media melalui jenis LAN yang
digunakan (pada contoh ini adalah Ethernet).
8.
Setelah frame selesai dibuat, frame
tersebut diserahkan ke layer Physical untuk ditempatkan di media fisik (pada
contoh ini adalah kabel Twisted Pair) dalam bentuk bit-bit yang dikirim satu
per satu.
9.
Semua alat di Collision Domain akan
menerima bit-bit ini dan membuat frame dari bit-bit ini.
10. Paket
di tarik dari Frame, dan apa yang tertinggal di frame akan dibuang.
11. IP
menerima paket dan mengecek alamat tujuan IP.
12.
Routing table harus memiliki sebuah
entry di network 172.16.20.0, jika tida ada maka paket akan dibuang dan dengan
segera sebuah pesan ICMP akan dikirimkan ke Host-A dengan isi “Destination Host
Unreachable” (Network Tujuan tidak dapat dicapai).
13.
Jika Router menemukan sebuah entry
untuk network tujuan pada tabel routingnya, paket kemudian akan dialihkan ke
Interface keluar (exit interface), dalam hal ini interface Ethernet 1.
14.
Router akan melakukan pengalihan
paket (packet swtiches) ke buffer (memory sementara) Ethernet 1.
15.
Buffer Ethernet 1 perlu mengetahui
alamat hardware dari Host Tujuan (Host-A) dan pertama kali ia akan mengecek di
cache ARP-nya.
16.
Layer Data Link membuat sebuah Frame dengan alamat hardware
tujuan dan asal, Field Ether-Type dan Field FCS diakhir dari frame.
17.
Host-B menerima frame dan segera melakukan CRC.
18.
Di layer network, IP menerima paket tersebut dan mengecek
alamat tujuan IP.
19.
Payload diserahkan ke ICMP, yang mengerti bahwa payload
tersebut adalah sebuah permintaan ECHO (Echo Request).
20.
Sebuah paket kemudian dibuat dengan
memasukkan alamat asal dan tujuan , field protokol dan payload. Alat yang
dituju sekarang adalah Host-A.
21.
IP kemudian akan mengecek untuk
melihat apakah alamat IP tujuan adalah sebuah alat di LAN lokal atau sebuah
network remote.
22.
Host-B akan mengecek di cache ARP-nya
apakah alamat hardware dari IP default gateway sdh diterjemahkan.
23.
Setelah alamat hardware dari default
gateway ditemukan, paket dan alamat tujuan diserahkan ke layer data link untuk
dijadikan frame.
24.
Layer data link membuat frame dari
paket tersebut dan memasukkan hal-hal berikut di header: alamat hardware tujuan
dan asal, Field Ether-Type dengan 0×800 (IP) di dalamnya, Field FCS dengan
hasil CRC di dalamnya.
25.
Frame kemudian diserahkan ke layer
physical untuk dikirimkan keluar melalui medium network dalam bentuk bit-bit,
yang dikirim satu per satu.
26.
Interface Ethernet 1 di router
menerima bit-bit dan membuat sebuah frame dari bit-bit yang diterima tersebut.
27.
Setelah CRC ditemukan cocok, alamat hardware tujuan dicek.
28.
Protokol yang akan dikirimi paket adalah IP, jadi IP
mendapatkan paket tersebut dan kemudian melakukan pengecekan CRC pada header IP
dan kemudian mengecek alamat IP tujuan.
29.
Tetapi dalam contoh ini, router tahu
bagaimana mencapai network 172.16.10.0 dan kemudian menentukan interface keluar
yaitu pada Ethernet 0 dan kemudian paket dialihkan ke Interface Ethernet 0.
30.
Router kemudian mengecek Cache ARP
untuk menentukan apakah alamat hardware untuk 172.16.10.2 sudah pernah
diresolved atau diterjemahkan.
31.
Karena alamat hardware untuk
172.16.10.2 sudah pernah disimpan pada perjalanan awal paket ke Host-B, maka
alamat hardware dan paket bisa diserahkan ke layer data link.
32.
Layer data link membuat sebuah frame
dengan alamat hardware tujuan dan asal, dan kemudian meletakkan IP di field
Ether-Type.
33.
Frame kemudian diserahkan ke layer
physical untuk dikirimkan keluar pada network lokal dalam bentuk bit-bit yang
dikirimkan satu per satu.
34.
Host tujuan menerima frame tersebut,
menjalankan sebuah CRC, mengecek alamat hardware tujuan, dan melihat ke dalam
field Ether-Type untuk mencari kepada siapa akan diserahkan paket tersebut.
35.
IP adalah penerima yang dipilih, dan
setelah paket diserahkan ke IP di layer network, IP akan mengecek field
protokol untuk arah selanjutnya. IP menemukan instruksi untuk memberikan
payload ke ICMP dan ICMP menentukan bahwa paket ini adalah sebuah jawaban echo
ICMP.
36.
ICMP melakukan acknowledge
(memberitahukan kepada pengirim bahwa ia telah menerima paket) dengan
mengirimkan sebuah tanda seru (!) ke Interface user. (Kasamudin,
2012)
v
Format
Dan Operasi Dari ICMP
Internet Control
Message Protocol (ICMP) adalah salah satu inti dari Internet Protocol Suite
yang berguna di Internet Protocol (IP) jaringan management dan administrasi,
kontrol pesan dan kesalahan pelaporan protocol antara server host dan gateway
ke internet. ICMP menggunakan Internet Protocol (IP) datagrams, tetapi pesan
diproses oleh perangkat lunak IP dan tidak langsung jelas bagi pengguna
aplikasi. ICMP merupakan unsur yang dibutuhkan dari IP implementasi.
ICMP adalah
protokol kontrol, yang berarti hal itu tidak membawa data aplikasi, melainkan
tentang status jaringan itu sendiri. ICMP dapat digunakan untuk melaporkan:
§
kesalahan dalam komunikasi yang
mendasari aplikasi jaringan
§
ketersediaan remote host
§
kemacetan jaringan (ADIANA, 2013)
v
Pengertian
Traceroute
Traceroute
(Tracert) adalah perintah untuk menunjukkan rute yang dilewati paket untuk
mencapai tujuan. Ini dilakukan dengan mengirim pesan Internet Control Message
Protocol (ICMP) Echo Request Ke tujuan dengan nilai Time to Live yang semakin
meningkat. Rute yang ditampilkan adalah daftar interface router (yang paling
dekat dengan host) yang terdapat pada jalur antara host dan tujuan. (BlueMania,
2010)
Daftar Pustaka
ADIANA, F. (2013, november). Pengertian
Internet Control Message Protocol (ICMP). Retrieved august 24, 2016, from
RAINBOW BROTHERS: http://rainbow-brothers.blogspot.co.id/2013/11/pengertian-internet-control-message.html
BlueMania, R. (2010, october 22). Keamanan
Jaringan Komputer – Pengertian, Proses & Fungsi Traceroute. Retrieved
august 24, 2016, from BLUEMANIABLOG: http://rihlahbluemania.blogspot.co.id/2010/10/keamanan-jaringan-komputer-pengertian.html
Kasamudin, R. (2012, may 09). IP
Routing Process. Retrieved august 24, 2016, from IlmuJaringan(dot)Com:
http://www.ilmujaringan.com/artikel/?p=17
Nafarid, R. (2011). PENGERTIAN
PROTOKOL OSI LAYER DAN TCP/IP. Retrieved august 24, 2016, from rizal
nafarid:
http://thechassus.blogspot.co.id/p/pengertian-protokol-osi-layer-dan-tcpip.html
Riza, J. (2014, august 11). SISTEM
OPERASI ROUTER DAN FITUR YANG TERDAPAT DIDALAMNYA. Retrieved august 24,
2016, from T-REXtream:
http://citramindmapping.blogspot.co.id/2016/08/pemecahan-masalah-lapisan-network-lan.html
Di Buat Oleh:
Nama:Reza Fatkur
Rohman
Sekolah:Smk Islam 1
Blitar
Motto:Untuk Indah Tak Harus Mewah
Untuk Yang Mau Unduh Klik DiSini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima kasih telah berkunjung di blog saya,silahkan berkomentar dengan sopan :)