Cute Rocking Baby Monkey

Sabtu, 27 Agustus 2016

03-Pemecahan masalah lapisan network LAN


   v Sistem Operasi Router
Router OS adalah sistem operasi dan perangkat lunak yang dapat digunakan sebagai router network yang handal, mencakup berbagai fitur yang dibuat untuk ip network dan jaringan. Sistem operasi router sama dengan sistem operasi pada umumnya, bisa di install di satu computer untuk kebutuhan jaringan dan ada juga yang sudah melekat pada hardware router. Sistem operasi router yang baik harus memiliki fitur-fitur :
· Gateway, Sebuah fitur di router untuk menghubungkan jaringan yang berbeda
· Proxy, penyimpanan web cache, redirect URL, dan lain-lain
· Firewall, Pengamanan pada jaringan computer
· VPN, Jalur khusus yang dibentuk dalam jaringan public
· Routing, fitur untuk meneruskan paket ke jaringan lain.
· Monitoring, Memonitor semua aktifitas yang melalui jaringan.
· Bandwidth management, dll. (Riza, 2014)  

    
   v Protokol Operasi Network Dalam OSI Layer
Image result for osi layer
1.Pengertian Protokol
Protokol adalah sebuah aturan atau standar yang mengatur atau mengijinkan terjadinya hubungan, komunikasi, dan perpindahan data antara dua atau lebih titik komputer.

2.Pengertian Model Osi Layer
Pengertian model OSI (Open System Interconnection) adalah suatu model konseptual yang terdiri atas tujuh layer, yang masing-masing layer tersebut mempunyai fungsi yang berbeda.

Berikut dibawah ini merupakan gambar dari model OSI 7 Layer:

7. Application adalah Layer paling tinggi dari model OSI, seluruh layer dibawahnya bekerja untuk layer ini, tugas dari application layer adalah Berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan. Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah HTTP, FTP, SMTP, NFS.
6. Presentation berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan.
5. Session Berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau dihancurkan.
4. Transport Berfungsi untuk memecah data ke dalam paket-paket data serta memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima.
3. Network Berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat header untuk paket-paket, dan kemudian melakukan routing melalui internetworking dengan menggunakan router dan switch layer3.
2. Data Link Befungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut sebagai frame.
1. Physical adalah Layer paling bawah dalam model OSI. Berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti halnya Ethernet atau Token Ring), topologi jaringan dan pengabelan.

3.Cara Kerja Model OSI
Cara Kerja : Pembentukan paket dimulai dari layer teratas model OSI. Aplication layer megirimkan data ke presentation layer, di presentation layer data ditambahkan header dan atau tailer kemudian dikirim ke layer dibawahnya, pada layer dibawahnya pun demikian, data ditambahkan header dan atau tailer kemudian dikirimkan ke layer dibawahnya lagi, terus demikian sampai ke physical layer. Di physical layer data dikirimkan melalui media transmisi ke host tujuan. Di host tujuan paket data mengalir dengan arah sebaliknya, dari layer paling bawah kelayer paling atas. Protokol pada physical layer di host tujuan mengambil paket data dari media transmisi kemudian mengirimkannya ke data link layer, data link layer memeriksa data-link layer header yang ditambahkan host pengirim pada paket, jika host bukan yang dituju oleh paket tersebut maka paket itu akan di buang, tetapi jika host adalah yang dituju oleh paket tersebut maka paket akan dikirimkan ke network layer, proses ini terus berlanjut sampai ke application layer di host tujuan. Proses pengiriman paket dari layer ke layer ini disebut dengan “peer-layer communication”. (Nafarid, 2011)

   v Studi Kasus IP Di Alihkan
Pada contoh ini, seorang User pada Host-A melakukan PING ke alamat IP Host-B. Routing tidak lebih sederhana dari ini, tetapi tahapan yang dilalui tidak sesederhana seperti yang ditunjukkan pada gambar tersebut, banyak tahapan yang harus dilalui, mari kita bahas langkah-langkah tersebut:
1.      Internet Control Message Protocol (ICMP) menciptakan sebuah payload (data) permintaan ECHO (dimana isinya hanya abjad di field data).
2.      ICMP menyerahkan payload tersebut ke Internet Protocol (IP), yang akan menciptakan sebuah paket.
3.      Setelah paket dibuat, IP akan menentukan apakah alamat IP tujuan ada di network lokal atau network remote (beda area jaringan).
4.      Karena IP menentukan bahwa ini adalah permintaan untuk network remote, maka paket perlu dikirimkan ke “Default Gateway” agar paket dapat dirutekan ke network remote.
5.      Default Gateway Host-A dikonfigurasi ke 172.16.10.1. Untuk dapat mengirimkan paket ini ke default gateway, harus diketahui dulu Alamat Hardware (MAC Address) dari Interface Ethernet 0 dari Router. 
6.      Setelah itu, cache ARP dicek untuk melihat apakah alamat IP dari default gateway sudah pernah di-resolved (diterjemahkan) ke sebuah alamat hardware.
7.      Setelah paket dan alamat hardware tujuan diserahkan ke Layer Data Link, maka Driver LAN akan digunakan untuk menyediakan akses ke media melalui jenis LAN yang digunakan (pada contoh ini adalah Ethernet). 
8.      Setelah frame selesai dibuat, frame tersebut diserahkan ke layer Physical untuk ditempatkan di media fisik (pada contoh ini adalah kabel Twisted Pair) dalam bentuk bit-bit yang dikirim satu per satu.
9.      Semua alat di Collision Domain akan menerima bit-bit ini dan membuat frame dari bit-bit ini. 
10.  Paket di tarik dari Frame, dan apa yang tertinggal di frame akan dibuang. 
11.  IP menerima paket dan mengecek alamat tujuan IP. 
12.  Routing table harus memiliki sebuah entry di network 172.16.20.0, jika tida ada maka paket akan dibuang dan dengan segera sebuah pesan ICMP akan dikirimkan ke Host-A dengan isi “Destination Host Unreachable” (Network Tujuan tidak dapat dicapai).
13.  Jika Router menemukan sebuah entry untuk network tujuan pada tabel routingnya, paket kemudian akan dialihkan ke Interface keluar (exit interface), dalam hal ini interface Ethernet 1.
14.  Router akan melakukan pengalihan paket (packet swtiches) ke buffer (memory sementara) Ethernet 1.
15.  Buffer Ethernet 1 perlu mengetahui alamat hardware dari Host Tujuan (Host-A) dan pertama kali ia akan mengecek di cache ARP-nya.
16.  Layer Data Link membuat sebuah Frame dengan alamat hardware tujuan dan asal, Field Ether-Type dan Field FCS diakhir dari frame.
17.  Host-B menerima frame dan segera melakukan CRC.
18.  Di layer network, IP menerima paket tersebut dan mengecek alamat tujuan IP.
19.  Payload diserahkan ke ICMP, yang mengerti bahwa payload tersebut adalah sebuah permintaan ECHO (Echo Request).
20.  Sebuah paket kemudian dibuat dengan memasukkan alamat asal dan tujuan , field protokol dan payload. Alat yang dituju sekarang adalah Host-A.
21.  IP kemudian akan mengecek untuk melihat apakah alamat IP tujuan adalah sebuah alat di LAN lokal atau sebuah network remote.
22.  Host-B akan mengecek di cache ARP-nya apakah alamat hardware dari IP default gateway sdh diterjemahkan.
23.  Setelah alamat hardware dari default gateway ditemukan, paket dan alamat tujuan diserahkan ke layer data link untuk dijadikan frame.
24.  Layer data link membuat frame dari paket tersebut dan memasukkan hal-hal berikut di header: alamat hardware tujuan dan asal, Field Ether-Type dengan 0×800 (IP) di dalamnya, Field FCS dengan hasil CRC di dalamnya.
25.  Frame kemudian diserahkan ke layer physical untuk dikirimkan keluar melalui medium network dalam bentuk bit-bit, yang dikirim satu per satu.
26.  Interface Ethernet 1 di router menerima bit-bit dan membuat sebuah frame dari bit-bit yang diterima tersebut.
27.  Setelah CRC ditemukan cocok, alamat hardware tujuan dicek.
28.  Protokol yang akan dikirimi paket adalah IP, jadi IP mendapatkan paket tersebut dan kemudian melakukan pengecekan CRC pada header IP dan kemudian mengecek alamat IP tujuan.
29.  Tetapi dalam contoh ini, router tahu bagaimana mencapai network 172.16.10.0 dan kemudian menentukan interface keluar yaitu pada Ethernet 0 dan kemudian paket dialihkan ke Interface Ethernet 0.
30.  Router kemudian mengecek Cache ARP untuk menentukan apakah alamat hardware untuk 172.16.10.2 sudah pernah diresolved atau diterjemahkan.
31.  Karena alamat hardware untuk 172.16.10.2 sudah pernah disimpan pada perjalanan awal paket ke Host-B, maka alamat hardware dan paket bisa diserahkan ke layer data link.
32.  Layer data link membuat sebuah frame dengan alamat hardware tujuan dan asal, dan kemudian meletakkan IP di field Ether-Type.
33.  Frame kemudian diserahkan ke layer physical untuk dikirimkan keluar pada network lokal dalam bentuk bit-bit yang dikirimkan satu per satu.
34.  Host tujuan menerima frame tersebut, menjalankan sebuah CRC, mengecek alamat hardware tujuan, dan melihat ke dalam field Ether-Type untuk mencari kepada siapa akan diserahkan paket tersebut.
35.  IP adalah penerima yang dipilih, dan setelah paket diserahkan ke IP di layer network, IP akan mengecek field protokol untuk arah selanjutnya. IP menemukan instruksi untuk memberikan payload ke ICMP dan ICMP menentukan bahwa paket ini adalah sebuah jawaban echo ICMP.
36.  ICMP melakukan acknowledge (memberitahukan kepada pengirim bahwa ia telah menerima paket) dengan mengirimkan sebuah tanda seru (!) ke Interface user. (Kasamudin, 2012)

   v Format Dan Operasi Dari ICMP
Internet Control Message Protocol (ICMP) adalah salah satu inti dari Internet Protocol Suite yang berguna di Internet Protocol (IP) jaringan management dan administrasi, kontrol pesan dan kesalahan pelaporan protocol antara server host dan gateway ke internet. ICMP menggunakan Internet Protocol (IP) datagrams, tetapi pesan diproses oleh perangkat lunak IP dan tidak langsung jelas bagi pengguna aplikasi. ICMP merupakan unsur yang dibutuhkan dari IP implementasi.
ICMP adalah protokol kontrol, yang berarti hal itu tidak membawa data aplikasi, melainkan tentang status jaringan itu sendiri. ICMP dapat digunakan untuk melaporkan:
§     kesalahan dalam komunikasi yang mendasari aplikasi jaringan
§     ketersediaan remote host
§     kemacetan jaringan (ADIANA, 2013)
   v Pengertian Traceroute
Traceroute (Tracert) adalah perintah untuk menunjukkan rute yang dilewati paket untuk mencapai tujuan. Ini dilakukan dengan mengirim pesan Internet Control Message Protocol (ICMP) Echo Request Ke tujuan dengan nilai Time to Live yang semakin meningkat. Rute yang ditampilkan adalah daftar interface router (yang paling dekat dengan host) yang terdapat pada jalur antara host dan tujuan. (BlueMania, 2010)











Daftar Pustaka

ADIANA, F. (2013, november). Pengertian Internet Control Message Protocol (ICMP). Retrieved august 24, 2016, from RAINBOW BROTHERS: http://rainbow-brothers.blogspot.co.id/2013/11/pengertian-internet-control-message.html
BlueMania, R. (2010, october 22). Keamanan Jaringan Komputer – Pengertian, Proses & Fungsi Traceroute. Retrieved august 24, 2016, from BLUEMANIABLOG: http://rihlahbluemania.blogspot.co.id/2010/10/keamanan-jaringan-komputer-pengertian.html
Kasamudin, R. (2012, may 09). IP Routing Process. Retrieved august 24, 2016, from IlmuJaringan(dot)Com: http://www.ilmujaringan.com/artikel/?p=17
Nafarid, R. (2011). PENGERTIAN PROTOKOL OSI LAYER DAN TCP/IP. Retrieved august 24, 2016, from rizal nafarid: http://thechassus.blogspot.co.id/p/pengertian-protokol-osi-layer-dan-tcpip.html
Riza, J. (2014, august 11). SISTEM OPERASI ROUTER DAN FITUR YANG TERDAPAT DIDALAMNYA. Retrieved august 24, 2016, from T-REXtream: http://citramindmapping.blogspot.co.id/2016/08/pemecahan-masalah-lapisan-network-lan.html



Di Buat Oleh:
Nama:Reza Fatkur Rohman
Sekolah:Smk Islam 1 Blitar

Motto:Untuk Indah Tak Harus Mewah

Untuk Yang Mau Unduh Klik DiSini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah berkunjung di blog saya,silahkan berkomentar dengan sopan :)